Stand Kalimantan Selatan diserbu pengunjung di Festival Kuliner Nusantara

0
79

Acara Festival Kuliner Nusantara diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Acara ini diadakan oleh Extra Ordinary Production bekerja sama dengan beberapa pihak seperti IKPMDI (Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah se-Indonesia) dan PMKS (Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan) Yogyakarta. Kalimantan Selatan yang mendapat undangan pun ikut serta dalam Festival Kuliner Nusantara. Festival ini diadakan selain untuk mengenalkan kuliner-kuliner nusantara dari berbagai daerah, juga untuk mengembangkan UMKM dalam bidang kuliner yang memang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Festival yang diselenggarakan selama tiga hari ini, dimulai pada Jumat 24 Agustus 2018 sampai Minggu 26 Agustus 2018 terus menerus menarik perhatian masyarakat. Stand Kalimantan Selatan yang menampilkan beberapa kue khas dan cendra mata Kalimantan Selatan di serbu pengunjung. Kue Lumpur Surga, Hintalu Karuang, Indomie Soto Banjar, beberapa kali ludes di borong pengunjung. Bahkan panitia dari PMKS beberapa kali harus memasak lagi kue-kue yang dijual karena banyak nya animo dari para pengunjung yang ingin membeli kue-kue khas Kalimantan Selatan.

wah sayang banar wadai lumpur surganya habis, kena ai mun sudah ada lagi wadainya aku ke sini lagi,” kata bapak Hasan, pengunjung dari Palangkaraya yang turut serta membawa keluarganya ke festival ini. “saya punya kenalan orang banjar, dia juga pernah buka warung kuliner banjar, saya senang juga dengan masakan kalsel, kangen juga dengan makanan kalsel, makanya saya beli kue lumpur surga sama hintalu karuang,” kata ibu Harsini, pengunjung dari Makasar yang juga membawa keluarganya. Selain Lumpur Surga dan Hintalu Karuang, Indomie Soto Banjar pun tidak luput di borong pengunjung. “Ini mie gak sembarangan dijual, keliling sejogja pun gak ketemu, biasanya nitip temen yang mau pulang dari Kalimantan, baru bisa nyicipin,” kata Rizky, mahasiswa dari Palangkaraya yang datang bersama teman-temannya. “wah, ini mie kadada di jogja urang bajual, tuhuk jua mencari, makanya am kita borong aja,” kata Aldi, mahasiswa UII asal Banjarmasin yang juga datang bersama teman-temannya.

Selain menampilkan kuliner khas Kalimantan Selatan, PMKS lewat sanggar Junjung Banua juga menampilkan tarian khas Kalimantan Selatan. Tarian khas yang ditampilkan adalah Tari Hulu Banua. Penampilan ini bertepatan pada saat malam minggu, sehingga banyak sekali pengunjung dari berbagai daerah yang menyaksikan penampilan tari budaya dari Kalimantan Selatan. Kendala yang bisa dirasakan dalam penampilan tari ini adalah pengaturansound system yang disediakan panitia kurang pas, sehingga sering terdengar suara musik agak pecah pada saat penampilan tari. Meski begitu, tari dari Kalimantan Selatan tetap mendapat apresiasi besar dari para penonton. “musik pantingnya khas sekali ya, saya sangat suka, kain sasirangan yang dipakai para penari juga punya nilai estetika yang tinggi ya,” kata Heri, penonton dari Bartim, Kalimantan Barat.

Dalam Festival Kuliner Nusantara, Stand Kuliner PMKS diserbu pengunjung, banyak kue-kue yang diborong oleh para pengunjung. Penampilan tari dari sanggar Junjung Banua pun mendapat apresiasi yang sangat besar dari para penonton. Dalam festival yang berlangsung selama tiga hari ini, PMKS bisa dibilang sukses mengenalkan kuliner dan budaya Kalimantan Selatan kepada para pengunjung Festival.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here