MENELAAH PERAN PEMUDA BANJAR DI MASA DEPAN

0
64

Yogyakarta – Gedung Pertemuan Pangeran Antasari, Yogyakarta dipadati mahasiswa dari berbagai universitas dan daerah untuk mengikuti diskusi publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Yogyakarta pada Jumat (9/10). Diskusi publik merupakan salah satu acara pembuka dari kegiatan Dies Natalis PMKS Yogyakarta ke-19 tahun yang dinamai dengan Aruh PMKS Yogyakarta.

Mengangkat tema ‘Pandir Warung: Meranakah Nasib Pemuda Banjar dimasa Mendatang?’, PMKS Yogyakarta menghadirkan dua narasumber kunci yang juga merupakan putra daerah yakni Noorhaidi, direktur pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan Hairus Salim, Direktur Eksekutif Yayasan LkiS. Sementara itu, diskusi publik di moderatori oleh seorang mahasiswi magister FIB UGM, Husnul Athiya.Diskusi ini dihadiri oleh para mahasiswa Kalimantan Selatan yang menuntut ilmu di Yogyakarta, perwakilan PMKS Surakarta, dan mahasiswa Medan keturunan Banjar.

Dalam paparannya, Noorhaidi menjelaskan betapa pentingnya pola pikir dan logika positif pemuda masa kini untuk membangun masa depan yang gemilang termasuk dalam menghadapi gerakan revolusi 4.0. Ia juga menyatakan bahwa fase yang sedang ditapaki oleh pemuda saat ini merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang membuat seringkali pemuda mengalami kegalauan bahkan krisis identitas. “Kemampuan beradaptasi, menjaga akhlak merupakan kunci menghadapi revolusi 4.0. Jangan frustasi, optimislah! Belajar dan tambahlah keterampilan! Jika hanya bermalas-malasan, nonton tv, main handphone maka akan merana,” tegasnya.

Hairus Salim juga sepakat atas pemaparan Noorhaidi bahwa saat ini banyak anak muda bahkan hampir diseluruh dunia, para anak muda mengalami krisis identitas. Ia menghimbau kepada seluruh peserta diskusi publik untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap masa depan, terkhusus kepada para pemuda Banjar mengingat banyaknya tokoh nasional yang keturunan Banjar. Selain itu, ia juga memaparkan betapa pentingnya pelestarian budaya dan peran pemuda didalamnya. “Anak muda yang berani melapaui tradisi, melawan batas sejarah adalah anak muda yang sukses! Masa depan kita harus melestarikan budaya,” jelasnya.

SHARE
Previous articleARUH BUDAYA DI YOGYAKARTA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here